Review Beastars

[Underrated] Beastars, Anime Untuk Anak-Anak?

Beastars menjadi anime musim gugur tahun 2019 yang paling mengejutkan karena cerita dan animasinya jauh melampaui ekspektasi. Anime ini diadaptasi dari manga yang ditulis dan diilustrasikan oleh Paru Itagaki.

Biarpun diproduksi dengan baik oleh studio Orange, anime Beastars jarang dibicarakan. Maka dari itu, berikut review anime Beastars karena sangat disayangakan apabila anime sebagus ini tidak banyak diketahui.

Review Anime Beastars

Informasi

  • Episode: 12
  • Durasi: 22 menit per episose
  • Musim: Fall 2019
  • Studio: Orange
  • Genre: Drama, Psychological, Shounen, Slice of Life

Sinopsis

Berlatar di dunia tempat hewan-hewan antropomorfik, herbivora dan karnivora hidup berdampingan. Mereka menjalani kehidupan sekolah bersama di Cherryton Academy.

Berpusat pada Legoshi, serigala anggota klub drama yang dijauhi dan ditakuti oleh hewan yang lain karena penampilan yang mengancam meski sebenarnya memiliki hati yang lembut.

Legoshi terbiasa menghadapi pelakuan buruk dari hewan lain, hingga ia bertemu dengan kelinci bernama Haru, yang juga dijauhi karena seseorang menyebarkan rumor tentang dirinya.

Setelah bertemu Haru, insting hewan buas yang ditahan Legoshi dalam hatinya bangkit meski sudah berusaha keras melawan, dan kehidupannya di sekolah perlahan-lahan berubah.

Baca Juga:  Review Beelzebub: Anime Mirip Crows Zero

Story 8/10

Semua bagian di anime Beastars dijelaskan dengan jelas dan rinci, mulai dari peraturan dan sistem yang berlaku di sekolah, sampai makanan pengganti daging untuk karnivora.

Walau berisi karakter berbulu, jangan harap Beastars cocok untuk anak-anak. Anime ini memiliki cerita yang sangat kelam, bahkan tidak bisa dibilang anime yang tenang dan santai.

Di awal cerita, kamu akan disuguhi kasus pembunuhan binatang herbivora anggota Klub Drama yang dilakukan oleh binatang karnivora dan perundungan antar siswa di sekolah.

Cerita anime Beastars sangatlah kompleks meliputi struktur sosial binatang herbivora dan karnivora. Binatang karnivora dipaksa melawan isting alami sebagai pemangsa, sedangkan binatang herbivora hidup dalam ketakutan sebagai yang lemah.

Oleh karena itu, diskriminasi tidak dapat dihindarkan sehingga cara kotor pun harus dilakukan untuk menciptakan dunia yang damai supaya karnivora dan herbivora bisa hidup bersama secara berdampingan.

Semakin lama cerita menjadi semakin dark, bukan cuma masalah anggota Klub Drama dan sekolah, tetapi juga seks, doping, dan perdagangan ilegal daging herbivora untuk karnivora di pasar gelap.

Baca Juga:  Mobile Suit Gundam: The Origin, Awal Timeline Universal Century

Character 8/10

“Don’t judge a book by its cover” menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan karakter di anime Beastars karena semua karakter penting mempunyai kepribadian ganda.

Legoshi

Legoshi adalah serigala berhati lembut yang dikucilkan dan sering diperlakukan dengan buruk karena menyeramkan. Ia mempunyai kepribadian yang canggung, pendiam, dan baik, tetapi menyimpan rasa haus darah di dalam dirinya. Legoshi kesulitan menahan insting alaminya sebagai serigala sehingga merasa tersiksa.

Haru

Haru, kelinci kecil yang nampak polos dan ramah, tetapi dikucilkan, bahkan dirundung karena dianggap sebagai “Pelacur Sekolah”. Dia merupakan satu-satunya anggota Klub Berkebun. Berita tentang dirinya yang tidur dengan banyak laki-laki tersebar luas di sekolah.

Louis

Louis, anggota Klub Drama yang menjadi bintang sekolah dan disukai banyak gadis. Dia adalah kandidat Beastars selanjutnya, yang bertanggung jawab menghilangkan diskriminasi. Louis dihormati oleh semua siswa karena agresif dan tegas. Namun, Louis sangat egois, tidak peduli terhadap orang lain, dan hanya terobsesi untuk meraih puncak.

Art 8/10

Animasi Beastars

Anime Beastars dibuat menggunakan CGI oleh Stodio Orange. Biarpun animasi GCI terkadang kurang nyaman dilihat, Orange mampu memproduksi Beastars dengan baik, gerakan di anime ini terlihat smooth dan detailnya pun mengagumkan. Dalam anime Beastars, tidak ada gerakan aneh seperti anime CGI yang lain.

Baca Juga:  Vinland Saga, Anime Adventure Bertema Viking (To Valhalla!)
Grafis Beastars

Sound 9/10

Perfect! Opening song Beastars berjudul Wild Side yang dibawakan oleh ALI (Alien Liberty International) benar-benar cathy, belum lagi disajikan dengan animasi 3D stop-motion.

3D Stop Montion

Ending song Beastar sangat unik karena bukan cuma satu lagu, tetapi banyak lagu dan semuanya dinyanyikan oleh YURiKA. Setiap lagu juga punya suasana berbeda-beda.

Daftar Ending Song Beastars:

  1. Le Zoo
  2. Sleeping Instinct
  3. Marble

Selain itu, soundtrack anime Beastars juga tidak kalah keren sehingga bisa menambah kesan dark dalam cerita dan semua pengisi suara sesuai dengan tokoh yang diperankan.

Overall 8/10

Beastars sangat direkomendasikan untuk yang suka anime dengan cerita kelam. Akan sangat disayangkan apabila kamu sampai melewatkan anime yang fokus pada cerita ini hanya karena karakternya binatang.

Dengan semua hal keren di dalamnya, maka tidak diragukan perlu bahwa anime Beastars merupakan anime yang paling tidak terduga pada musim gugur 2019!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *